Bulan Ramadhan di depan mata. Setiap mau mulai Ramadhan, kembali cari-cari info tentang menyusui saat bulan Ramadhan. Rasanya sudah lama absen puasa, sejak tahun 2003 hamil Adam, thn 2004 menyusui Adam, th 2005 hamil Maira, dan sekarang masih menyusui Maira. Niat sih ingin mencoba puasa dulu, and let see how it goes.
Sebenarnya sih aku bukan tipe penghasil susu banyak, jadi memang harus susah payah, dengan minum yg banyak (di kantor bisa 2x1.2L + milo + soya bean milk), itu pun tidak menghasilkan air susu yg banyak, tapi cukup saja.
Beberapa tips menyusui saat puasa (sumber: Ummi Online):
1.Saat makan sahur, usahakan banyak minum, terutama minuman hangat.
2.Usahakan menyusui setelah sahur selama mungkin hingga saat berangkat ke kantor
3.Di kantor, usahakan memerah ASI dengan frekuensi seperti saat tidak berpuasa. Di rumah, mintalah pengasuh bayi untuk memberi ASI simpanan seperti biasa plus makanan pendamping lain.
4.Satu jam menjelang pulang, usahakan agar bayi sudah tidak diberi makanan/minuman apapun.
5.Saat ta’jil, usahakan minum minuman hangat agar merangsang kelancaran ASI.
6.Setelah berbuka, segerakan menyusui bayi.
7. Sebelum tidur, cobalah makan makanan ringan dengan minuman hangat.
DALIL ISLAM
**sumber: Fiqih Wanita, alih bahasa: Anshori Umar**
-Menurut madzhab Maliki:
wanita hamil & wanita menyusui bila khawatir jatuh sakit dikarenakan
berpuasa, baik yg dikhawatirkan itu dirinya sendiri atau anaknya atau
kedua2nya, maka boleh saja berbuka puasa dan wajib mengqadha puasanya
kelak. Bagi wanita hamil tidak diwajibkan membayar fidyah sdg bagi
wanita menyusui wajib membayarnya.
-Menurut madzhab Hanafi:
bila wanita hamil atau wanita menyusui cemas akan timbulnya bahaya
akibat berpuasa, maka boleh mereka berbuka, baik kecemasan itu atas
dirinya sendiri, atas anak, atau atas kedua2nya. Bila mampu, mereka
wajib mengqadha puasa merekatanpa harus membayar fidyah.
-Menurut madzhab Hambali:
wanita hamil dan wanita menyusui boleh utk tdk berpuasa apabila
mereka khawatir akan timbulnya bahaya atas diri mereka dan anak
sekaligus, atau atas diri mereka saja. Dan dlm keadaan dmk mereka
hanya berkewajiban melakukan qadha tanpa fidyah. Adapun kalau
kekhawatiran itu tertuju kpd diri anak saja, maka selain qadha juga
wajib fidyah.
-Menurut Madzhab Syafi'i:
wanita hamil dan wanita menyusui, apabila khawatir akan mengalami
bahaya tak tertanggungkan akibat berpuasa, baik itu kekhawatiran atas
1)diri mereka dan anak sekaligus, atau 2)atas diri mereka saja, atau
3)atas anak saja, maka mereka wajib berbuka, tak usah berpuasa. Dalam
ketiga keadaan ini mereka mengqadha puasa mereka kelak. Hanya utk
keadaan yg ke-3 yaitu bila kekhawatiran hanya tertuju pada anak, maka
selain qadha juga wajib membayar fidyah.
Yang jelas Allah memberikan kemudahan kepada Ibu hamil & menyusui. Jadi, kembali ke niat kita masing-masing saja.
Selamat Menunaikan ibadah puasa ya! Semoga berkah dan diridhoi Allah.
Amin.
eChie - Budi - Adam - Maira
Thursday, September 21, 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)





6 comments:
gue puasa chiE
gue puasa chiE
wah, tengkyu banget ini postingannya chie..., berguna banget bagi ibu ibu menyusui...
selamat menjalankan ibadah puasa ya buat echie sekeluarga, mohon maaf lahir bathin...
maaf lahir batin, met puasa ya
Maap lahir bathin ya chie.. met puasa. Makasih juga yaa udah nge-vote buat nadira :-)
ini posting berguna bgt...aku lagi cari2 info soal ini karena skrg gak puasa. Tahun lalu gak puasa karena hamil Fabio masilh first trimester. Skrg gak puasa juga karena menyusui...gak pede takut ASI berkurang karena udah back to office juga. Selamat menjalankan ibadah puasa ya buat Echie & Fam...Mohon maaf lahir & batin
Post a Comment