Monday, October 31, 2005
Tempat Sholat
Semenjak kerja di LN, mulai terasa kalo cari tempat sholat agak2 tricky.
Project#1-IBM Tower, SG
Hari pertama (4 Nov 2000, cieee masih inget aja), langsung nanya, dimana ya tempat sholat?
eh boss gue langsung cekikikan, "sini-sini gue tunjukkin" katanya, akhirnya gue dibawa ke emergency exit, "disini lho ci". "Oh", kaget juga hehe, lama-lama terbiasa juga sholat di emergency exit.
Project#2-Peoria, IL, US
Kebetulan hotel within walking distance (paling 10 menit), jadi pas makan siang kembali ke hotel sekalian sholat. Untuk hari Jumat, ikut sama cowok2 ke Islamic Center, lumayan ikut sholat Jumat dan denger ceramah. Ceramahnya pake bahasa Inggris dengan slang Negro US gitu.
Rata-rata yg sholat disitu muslim local (kebanyakan black), org Arab, Pakistan, dan beberapa org Asia.
Project#3-Tractor Road, SG
Hari pertama di project, langsung cari2 org Malay, ce, tapinya dia nggak pernah sholat di office, katanya rata2 pada nunggu pulang ke rumah aja untuk sholat. Pas ditunjukkin tempatnya, ada dipojokkan, lumayan bersih dibanding emergency exit. Gedungnya cuma 3 lantai, dan banyak orang lalu lalang di tangga, jadi emergency exit kurang bisa dipake sholat.
Project#3-Payalebar, SG
Gedungnya cuma satu lantai, in the middle of nowhere, dan agak2 berdebu. Langsung deh hunting org Malay. Ketemu sama 1 org Malay, yg baik hati, dia nunjukin spot di belakang gedung, di tempat parkiran motor, terbuka boo. terus kalo sore matahari bakal menyinari deh, panas banget kena muka.
Uniknya temen Malay ku itu (namanya Liyana), selalu pergi ke masjid En-Naeem untuk sholat, dia emang nyetir mobil, tapi perjalanan ke En-Naeem juga dari project site makan waktu sekitar 15-20 menit. Kadang2 kalo lagi agak longgar ikut deh bareng Liyana ke masjid. Hebatnya Liyana ini, dia nggak pernah makan siang, tapi waktu makan siang dia pakai ke mesjid. Katanya dia cukup minum milo, waaaa...
Uniknya lagi, dia nggak mau BAK di project (toilet duduk), dan selalu nunggu ke mesjid untuk BAK, kuatnya pedahal AC-nya dingin di project.
@Office-RCT, SG
Emergency exit lagi la yaw. Sebenernya ada mesjid India nearby, tapi lumayan jalan ke sana 10-15 menit juga, abis waktu deh kalo kesana.
Semenjak itu kalo sholat di rumah, rasanya tenang dan enak banget, bersyukur banget bisa sholat di rumah :-)
Project#1-IBM Tower, SG
Hari pertama (4 Nov 2000, cieee masih inget aja), langsung nanya, dimana ya tempat sholat?
eh boss gue langsung cekikikan, "sini-sini gue tunjukkin" katanya, akhirnya gue dibawa ke emergency exit, "disini lho ci". "Oh", kaget juga hehe, lama-lama terbiasa juga sholat di emergency exit.
Project#2-Peoria, IL, US
Kebetulan hotel within walking distance (paling 10 menit), jadi pas makan siang kembali ke hotel sekalian sholat. Untuk hari Jumat, ikut sama cowok2 ke Islamic Center, lumayan ikut sholat Jumat dan denger ceramah. Ceramahnya pake bahasa Inggris dengan slang Negro US gitu.
Rata-rata yg sholat disitu muslim local (kebanyakan black), org Arab, Pakistan, dan beberapa org Asia.
Project#3-Tractor Road, SG
Hari pertama di project, langsung cari2 org Malay, ce, tapinya dia nggak pernah sholat di office, katanya rata2 pada nunggu pulang ke rumah aja untuk sholat. Pas ditunjukkin tempatnya, ada dipojokkan, lumayan bersih dibanding emergency exit. Gedungnya cuma 3 lantai, dan banyak orang lalu lalang di tangga, jadi emergency exit kurang bisa dipake sholat.
Project#3-Payalebar, SG
Gedungnya cuma satu lantai, in the middle of nowhere, dan agak2 berdebu. Langsung deh hunting org Malay. Ketemu sama 1 org Malay, yg baik hati, dia nunjukin spot di belakang gedung, di tempat parkiran motor, terbuka boo. terus kalo sore matahari bakal menyinari deh, panas banget kena muka.
Uniknya temen Malay ku itu (namanya Liyana), selalu pergi ke masjid En-Naeem untuk sholat, dia emang nyetir mobil, tapi perjalanan ke En-Naeem juga dari project site makan waktu sekitar 15-20 menit. Kadang2 kalo lagi agak longgar ikut deh bareng Liyana ke masjid. Hebatnya Liyana ini, dia nggak pernah makan siang, tapi waktu makan siang dia pakai ke mesjid. Katanya dia cukup minum milo, waaaa...
Uniknya lagi, dia nggak mau BAK di project (toilet duduk), dan selalu nunggu ke mesjid untuk BAK, kuatnya pedahal AC-nya dingin di project.
@Office-RCT, SG
Emergency exit lagi la yaw. Sebenernya ada mesjid India nearby, tapi lumayan jalan ke sana 10-15 menit juga, abis waktu deh kalo kesana.
Semenjak itu kalo sholat di rumah, rasanya tenang dan enak banget, bersyukur banget bisa sholat di rumah :-)
Sunday, October 30, 2005
Cold Sore
Hari Jumat lalu bibir atas sebelah kanan terasa gatal banget, timbul deh bintil2 merah, seperti luka bakar berair. Akhirnya besoknya ke dokter Richard Lee deket rumah, dia bilang itu "Cold Sore", sambil menggambar bibir gue di lembar pasien :(. No cure dia bilang, itu viral infection (herpes simplex)
Memang di daerah bintil2 itu terasa agak panas dan nusuk2
Dan lanjutnya lagi, nggak boleh kiss anak, suami :((, bisa menular melalui saliva apalagi langsung kontak dengan si bintil itu. Dia bilang akan sembuh sekitar seminggu, waaa bentar lagi lebaran gitu lho. Pak dokter kasih cream, tapi dia sih bilang mungkin bisa mempercepat penyembuhan, waaaaaaaa, mungkin doang.
Tadinya, Sabtu sore mau pergi ke acara buka puasa bersama, tapi apa daya, bibir gatal dan terasa ditusuk2, selain itu bisa menular jg. jadi batal deh.
Apalagi besok mau ada interview di kantor, soalnya ceritanya kepilih sebagai working mother profile, jadi mau dibikin short movie gitu, aaaaaaaaaaa, dengan bintil2 merah dibibir, pake lipstik tebel juga masih kelihatan :((
sempet kepikiran mau dikasih pulpen tinta hitam biar kayak tahi lalat, tapi pasti aneh banget wajah kuw, mana dah ada 2 tahi lalat besar di pipi...:p
Ya udah pasrah aja deh, Alhamdulillah nggak parah :-), temen kuw malah pernah sampai kena fever gara2 cold sore.
Info tentang cold sore: http://www.mayoclinic.com/health/cold-sore/DS00358
Memang di daerah bintil2 itu terasa agak panas dan nusuk2
Dan lanjutnya lagi, nggak boleh kiss anak, suami :((, bisa menular melalui saliva apalagi langsung kontak dengan si bintil itu. Dia bilang akan sembuh sekitar seminggu, waaa bentar lagi lebaran gitu lho. Pak dokter kasih cream, tapi dia sih bilang mungkin bisa mempercepat penyembuhan, waaaaaaaa, mungkin doang.
Tadinya, Sabtu sore mau pergi ke acara buka puasa bersama, tapi apa daya, bibir gatal dan terasa ditusuk2, selain itu bisa menular jg. jadi batal deh.
Apalagi besok mau ada interview di kantor, soalnya ceritanya kepilih sebagai working mother profile, jadi mau dibikin short movie gitu, aaaaaaaaaaa, dengan bintil2 merah dibibir, pake lipstik tebel juga masih kelihatan :((
sempet kepikiran mau dikasih pulpen tinta hitam biar kayak tahi lalat, tapi pasti aneh banget wajah kuw, mana dah ada 2 tahi lalat besar di pipi...:p
Ya udah pasrah aja deh, Alhamdulillah nggak parah :-), temen kuw malah pernah sampai kena fever gara2 cold sore.
Info tentang cold sore: http://www.mayoclinic.com/health/cold-sore/DS00358
Thursday, October 27, 2005
Pilihan
Hati selalu tergetar setiap membaca atau mendengar orang yg mengatakan kalo dia berhenti menjadi wanita karir dan memilih mengabdi pada anak2 dan keluarga. Salah satu teman baik saya pun demikian. Sejujurnya terbersit di pikiran saya untuk mengikuti mereka, karena saya tahu betapa mulianya mengabdikan diri pada keluarga.
Kenapa sampai sekarang saya masih memilih berkarir di luar rumah?
Ketika saya pernah mengajukan pengunduran diri pada perusahaan yg sudah menaungi saya selama 5 tahun, mereka menawarkan alternatif untuk bekerja part time. Setelah dipertimbangkan akhirnya saya terima, apalagi saya masih terikat kontrak dengan "asisten" saya yg tidak murah biaya perbulannya. Sekedar informasi, perusahaan saya itu mempunyai nature kerja dengan deadline yg ketat, dan rata2 harus kerja long hour. Rekor saya sih pernah datang jam 8 am, pulang jam 9 am, hari berikutnya. Sewaktu masih single sama sekali saya tidak keberatan pulang dini hari, pulang jam 10 malam itu terasa cepat. Setelah berkeluarga dan punya anak, terasa sekali bahwa bekerja di luaran itu nggak ada habisnya, waktu harus dimanage dengan baik.
Terus terang banyak pertimbangan lain yg menyebabkan akhirnya saya memilih untuk tetap menekuni profesi yang sekarang, tetap berusaha sekuat tenaga mengajukan Flexible Work Arrangement agar bisa bekerja part time.
Hidup itu harus memilih, pilihan saya belum tentu yang terbaik, semoga Allah SWT senantiasa menunjukkan jalan dan meridhai apapun pilihan itu.
Kenapa sampai sekarang saya masih memilih berkarir di luar rumah?
Ketika saya pernah mengajukan pengunduran diri pada perusahaan yg sudah menaungi saya selama 5 tahun, mereka menawarkan alternatif untuk bekerja part time. Setelah dipertimbangkan akhirnya saya terima, apalagi saya masih terikat kontrak dengan "asisten" saya yg tidak murah biaya perbulannya. Sekedar informasi, perusahaan saya itu mempunyai nature kerja dengan deadline yg ketat, dan rata2 harus kerja long hour. Rekor saya sih pernah datang jam 8 am, pulang jam 9 am, hari berikutnya. Sewaktu masih single sama sekali saya tidak keberatan pulang dini hari, pulang jam 10 malam itu terasa cepat. Setelah berkeluarga dan punya anak, terasa sekali bahwa bekerja di luaran itu nggak ada habisnya, waktu harus dimanage dengan baik.
Terus terang banyak pertimbangan lain yg menyebabkan akhirnya saya memilih untuk tetap menekuni profesi yang sekarang, tetap berusaha sekuat tenaga mengajukan Flexible Work Arrangement agar bisa bekerja part time.
Hidup itu harus memilih, pilihan saya belum tentu yang terbaik, semoga Allah SWT senantiasa menunjukkan jalan dan meridhai apapun pilihan itu.
Sunday, October 23, 2005
Hypoglycemia (Low Blood Sugar)
Last Saturday, a lady from Dr. Azis's (My ObGyn) clinic called me and told me a summary of my blood test.
Lady: Desi, your blood test is ok, only your blood sugar is low, you need to eat more, especially dessert like cake, ice cream.
Me: Ah, Ok, terima kasih (she's a Malay lady :p)
Lady: and one more thing, you don't have immunity to Hep B, so, after delivery please make sure you take a hep vaccine.
Me: (Again), Ok, I will, terima kasih.
Fiuuuhh, this is the first time somebody tell me that there's something wrong with my blood test :(. I went to google and start to search about Low Blood Sugar. I found that all this prolly b'coz I'm not eating well during my pregnancy, very bad, huh. In fact, I'm a kind of person that not really like sweet food/snack. I'd prefer "gorengan with cabe rawit" then "kolak".
I realized that I'm not eating for my self, but for the baby as well. I promise myself to start eating well, Insya Allah.
Lady: Desi, your blood test is ok, only your blood sugar is low, you need to eat more, especially dessert like cake, ice cream.
Me: Ah, Ok, terima kasih (she's a Malay lady :p)
Lady: and one more thing, you don't have immunity to Hep B, so, after delivery please make sure you take a hep vaccine.
Me: (Again), Ok, I will, terima kasih.
Fiuuuhh, this is the first time somebody tell me that there's something wrong with my blood test :(. I went to google and start to search about Low Blood Sugar. I found that all this prolly b'coz I'm not eating well during my pregnancy, very bad, huh. In fact, I'm a kind of person that not really like sweet food/snack. I'd prefer "gorengan with cabe rawit" then "kolak".
I realized that I'm not eating for my self, but for the baby as well. I promise myself to start eating well, Insya Allah.
Friday, October 21, 2005
Adam with his new tricycle
Sunday, October 09, 2005
Minggu pertama Ramadhan
Nggak kerasa dah masuk hari ke-5 Ramadhan, time flies. Perasaan belum ngapa-ngapain deh.
Awal puasa ini terasa berbeda, Adam batuk & pilek sampe sempet sesak napas (ada kemungkinan asthma, tapi belum bisa disimpulkan karena Adam masih terlalu kecil dan baru mengalami gejala sesak napas 2 kali), ketularan mamanya yg juga flu berat. Jadi, harus benar2 menata rumah nih, debu2 di buku, terutama boneka-boneka soalnya nangkep debu banget. Apa ada yg mau menampung boneka2 kuw???, tapi harus dimandiin dulu soalnya berdebu, kecuali si big hello kitty yg masih didalam plastiknya. Rata-rata semua boneka itu ada historynya, sebenarnya sayang, tapi mungkin lebih baik disingkirkan aja deh dari rumah, huhuksss...
My dear hubby juga lagi dipingit 2 minggu di rumah, kena chicken pox, tapi masih bisa kerja remotely dari rumah, walaupun badannya pasti gatal2 sih. Fortunately, dakuw dah pernah kena chicken pox waktu kelas 3 sd, adam dah divaksin dan si mbak dah kena juga, jadi Insya Allah aman.
Alhamdulillah ada si mbak, our helper, dia badannya kuat, jarang sakit, jadi banyak cover kerjaan rumah selain jagain Adam, banyak banget jasanya.
Tgl 12 Oct ini, dah mulai masuk kerja setelah 3 bulan unpaid leave, jelas harus adaptasi lagi.
Mudah2an semuanya lancar dan bisa dapat part time work, amin.
Awal puasa ini terasa berbeda, Adam batuk & pilek sampe sempet sesak napas (ada kemungkinan asthma, tapi belum bisa disimpulkan karena Adam masih terlalu kecil dan baru mengalami gejala sesak napas 2 kali), ketularan mamanya yg juga flu berat. Jadi, harus benar2 menata rumah nih, debu2 di buku, terutama boneka-boneka soalnya nangkep debu banget. Apa ada yg mau menampung boneka2 kuw???, tapi harus dimandiin dulu soalnya berdebu, kecuali si big hello kitty yg masih didalam plastiknya. Rata-rata semua boneka itu ada historynya, sebenarnya sayang, tapi mungkin lebih baik disingkirkan aja deh dari rumah, huhuksss...
My dear hubby juga lagi dipingit 2 minggu di rumah, kena chicken pox, tapi masih bisa kerja remotely dari rumah, walaupun badannya pasti gatal2 sih. Fortunately, dakuw dah pernah kena chicken pox waktu kelas 3 sd, adam dah divaksin dan si mbak dah kena juga, jadi Insya Allah aman.
Alhamdulillah ada si mbak, our helper, dia badannya kuat, jarang sakit, jadi banyak cover kerjaan rumah selain jagain Adam, banyak banget jasanya.
Tgl 12 Oct ini, dah mulai masuk kerja setelah 3 bulan unpaid leave, jelas harus adaptasi lagi.
Mudah2an semuanya lancar dan bisa dapat part time work, amin.
Thursday, October 06, 2005
3 Fis 1, sman 1 Bogor '95
Subscribe to:
Posts (Atom)








