Wednesday, September 21, 2005

51 mm !!!

Sorry, photonya butut amat, nggak bisaeun yg motonya, harus kursus sama ibu "tukang ngarang" :-)
Hasil usg today:
panjang: 51 mm (5.1 cm), kira2 sepanjang jempol ku...hihi
Avg: 12 week 3 days (she's growing very fast, wow), pedahal harusnya baru 11 week 4 days
EDC: 2 april (maju deh)
kepala, kaki, tangan, mata dah kelihatan, Alhamdulillah. Detak jantungnya juga.
Ayuk, mamanya harus jangan malas makan, masa berat turun 1 kg, minum susu dan jangan lupa zat besi dan folic acidnya....:-)

Kumpul Bocah


Kalo bocah2 12-18 bulan kumpul, pada ngobrol apa ya, jangan2 ngomongin ortunya, hihi.
Mudah2an ngomong yg baik2 ya...:p
Seru banget lihatnya, mana Adam paling aktif diantara yg lain, dia muter2in yg lain, coba ngerebut mainan dan megang2 kepala temennya, sementara yg lain manis2. Mungkin juga Adam tipe yg hiperaktif, berdasarkan pengalaman neneknya yg sudah punya cucu 4, yg ini nih beda sendiri. Ah, yg penting sehat ya sayang...muaaaacccchhhh, ayo muter2 lagi

Black Forest Pudding


Coba-coba resepnya mbak Inong (http://dapurbunda.blogspot.com), not bad huh, rasanya juga enak koq...hehe

Wednesday, September 14, 2005

Makanan India @ Chai Chee Technopark

Pas hamil muda selalu saya mengalami yg namanya mual2, makanan susah banget masuk. Saya memang termasuk org yg pilih2 makanan, dan cepet banget bosan. Tapi, makanan india di sebuah stall di Chai Chee Technopark nggak bikin saya bosan. Pas hamil Adam, hampir tiap hari saya ikut makan siang bareng suami di area kantornya itu, dan selalu makan makanan india. Makanan india yang saya maksud bukan cuma prata, tapi seperti nasi briyani, naan, sayur2an, acar yg dicampur yoghurt (segar), pappad (kerupuk india) yg renyah dan gurih, tandoori chicken, mutton (nggak ada bau2 kambingnya deh), daal, keema, dll.
Masakannya enak, serius deh, dan nggak bikin sebal untuk ibu hamil, atau itu berlaku untuk saya aja kali:-)
Stall makanan india ini dikelola oleh org Malay, tapi org2 india di perkantoran situ pun suka sama masakannya.

Thursday, September 08, 2005

1995-2005

Teman, tak terasa 10 tahun berlalu begitu cepat. Sepuluh tahun yg lalu, pada bulan september kita sama-sama jadi mahasiswa baru.
Banyak yg sudah berubah, sayang saya nggak punya photo yg representative. Photo di samping diambil thn. 2003 di pelataran balairung UI Depok, cuma beberapa org yg datang.
Sudah beberapa dari kita yg terlebih dulu menghadap Illahi, teman, semoga tali silaturahmi kita tetap terjaga, sampai nanti, amin.

Monday, September 05, 2005

Yang Kedua - #1

Kehamilan kedua ini agak berbeda dengan yang pertama. Sekarang tiap 2-3 jam, mual2-keringat dingin dan pusing, dulu mungkin cuma sore dan malam hari tapi lebih parah.
Tapi saya berusaha menikmati, entah kenapa, dorongan untuk punya anak lagi sangat besar walaupun waktu itu Adam baru beberapa bulan. Rasanya iri lihat ibu2 hamil, padahal proses kelahiran Adam itu nggak begitu lancar dan makan waktu 20 jam.

Kalau ingat2 masa kuliah dulu, saya paling sebal sama anak2 (terutama anak2 yg suka overacting), misalnya saya merasa terganggu kalo ada anak kecil merengek2 di kereta, atau anak kecil yg berdiri di bangku kereta dengan sepatunya yg kotor, duh, kenapa emaknya nggak lepas tuh sepatu anaknya dulu, dll. Sekarang I can see things differently, tapi bukan berarti jadi setuju sama sepatu kotor itu lho, misalnya anak2 itu ternyata sangat cerdas, tindakannya bisa unexpected, dan mereka sangat polos. Intinya banyak hal2 menarik yg muncul ke permukaan yg baru saya sadari.

Kehamilan ini juga ternyata bisa membantu ibu mertua saya memutuskan keputusan penting yang selama ini menjadi pertimbangan beliau. By Feb tahun depan beliau harus memutuskan akan mengambil MPP (Masa Persiapan Pensiun) atau tidak. MPP ini kalau diambil (untuk pegawai negeri) selama setahun sebelum masa pensiun, beliau tidak perlu bekerja tapi masih mendapatkan basic salary (tanpa tunjangan lainnya). Tadinya banyak yg menyarankan agar tidak diambil karena lebih baik bekerja daripada bengong di rumah. Tapi dengan berita kehamilan, yg due bulan April tahun depan, beliau tidak bingung lagi dan langsung memutuskan mengambil MPP, karena bisa konsentrasi mengurus cucu :-). Memang saya termasuk beruntung, mempunya mertua seorang bidan, dari beliau banyak ilmu2 yg didapat, dan juga termasuk up to date, tentang breastfeeding, kesehatan bayi, dll, dan kalau dicompare sama berita2 terbaru di internet, beliau tidak ketinggalan walaupun dari kota kecil saja. Makanya, saya bingung kalo dokter2 di kota besar malah seperti kurang info, atau mungkin karena dikota besar terlalu dipengaruhi komersialisme.

Saya dan suami bersyukur diberi titipan yang kedua, Insya Allah akan dijaga sebaik-baiknya. Yang lebih penting lagi adalah semakin memperbaiki diri agar bisa menjadi teladan anak2.