Mudik memang melelahkan, apalagi macet dimana-mana, tapi, ya, dinikmati sajah, disyukuri sajah, Alhamdulillah masih ada rezeki untuk bisa pulang dan ketemu sanak saudara dan berlebaran bersama-sama. Sebenernya pulang lebaran kali ini kurang optimal, karena ada kejadian yg bikin deg-degan.
Pada saat malam kedua di lembur Aki, Adam tiba2 teriak ketakutan, jantungnya berdetak cepat dan harus dipeluk terus. Dia nggak mau tidur di kamar depan yg sudah disediakan, akhirnya tidur di tengah rumah Aki, itupun sambil dipeluk. Ada 'something' yg bikin dia takut. Kami pikir karena di tempat asing aja. Dulu waktu di KL juga Adam pernah seperti ketakutan, tapi reaksinya beda cuma nangis aja nggak berhenti2, mungkin karena adam sekarang sudah besar.
Malam berikutnya pun sama, adam masih ketakutan dan harus dipeluk terus.
Akhirnya dari lembur Aki bertolak ke Tasik ke rumah Mamang. Pada waktu Adam lagi ngantuk dikasih susu, tiba2 matanya melotot menatap kesatu arah, mama udah coba halang2i tapi dia keukeuh lihat, dan akhirnya teriak, nutup mata dan minta dipeluk, mama doa2in dan segera panggil papa. Adam sempat nangis nggak henti2, cuma bisa doain aja, dan mengaji.
Kami sempat bertanya ke adam "ada apa", adam menjawab "jin" (entah benar atau tidak, tapi lebih dari 2 org mendengar jawaban tersebut)
Kami akhirnya berpikir bahwa Adam melihat 'sesuatu' yg org biasa nggak bisa lihat. Secara saya orgnya paling borangan sedunia, tapi pada saat itu saya berusaha tidak takut.
Sepanjang malam nggak bisa tidur, dari semenjak Adam ketakutan seperti itu.
Pada saat perjalanan pulang Ciamis-Bogor, kami mampir makan malam di Cianjur, di Ayam Bakar Cianjur, kebetulan duduk didekat galery barang antik.
Lancar2 aja makan malamnya sampai adam lirik2 ke arah galery terus, saya udah wanti2, aduh koq malah papanya cari tempat makan yg deket2 situ..
Alhasil Adam sepertinya kembali lihat 'sesuatu', teriak dan nangis. Saya & Suami doa2, dan kemudian cepet2 keluar dari restoran.
Duh, deg-degan jadinya.
Akhirnya sampai di Bogor hampir tengah malam, adam tidur, jadi, aman sampai pagi, tapi tetep saya nggak bisa tidur.
Besok malamnya adam lihat 'sesuatu' lagi di pojokan rumah saya dekat TV. Saya udah curiga, ngapain Adam lihat2 kesitu, dia akhirnya teriak...nangis keras dan masuk kamar. Nggak mau keluar2 semalaman, pintu harus ditutup, tiap ada yg masuk, dia nangis.
Paginya Adam mau keluar, tiba waktu malam lagi dia masih lihat2 ke arah yg sama, pojokan tv itu, tapi dia nggak teriak/nangis, cuma nutupin mukanya minta dipeluk.
Analisanya adalah Adam kemungkinan punya 6 sense (jadi inget pelm itu, ngeri amat ya). Atau memang katanya anak kecil memang sensitif, nantinya hilang seiring umurnya. Ada Pak Haji kenalan yg menganalisa bahwa di mata adam ada sesuatu yg menarik 'mahluk halus'. Wallahu Alam. Yg jelas saya dan suami cuma bisa berdoa, banyak berdzikir, dan semoga Adam bisa jadi anak yg Sholeh. Yg paling tidak diinginkan adalah terganggunya mental karena hal ini. Karena pada saat Adam ketakutan, kelihatan dia terganggu sekali.
Segala rencana2 berkunjung/beli oleh2 buyar deh, karena kecapean nggak bisa tidur sepanjang malam.
Alhamdulillah skarang udah sampe Singapore, so far Adam baik2 saja.
Kalo main di playground, sebelum maghrib sudah harus pulang, dan kalau keluar rumah pun kalau tidak terpaksa, sebelum maghrib harus sampai di rumah.
Mohon doanya saja.