Wednesday, September 13, 2006

Kisah tentang para Auntie

Semenjak saya ngepump ASI di kantor 2x sehari, setelah makan siang, dan sore, saya selalu ketemu dengan para Auntie (biasanya di sg selalu panggil Auntie untuk ibu2 yg lebih tua) cleaning service. Sore hari mereka berkumpul di locker area untuk berganti baju dari seragam cleaning service ke baju gaya (atau baju gaya banget...hihi). Biasanya ngobrol lah sedikit2, walaupun banyak nggak ngertinya. Oh ya, para Auntie ini dari race Malay-Muslim. Tapi mereka baek2, malah ada yg beliin daun kucai supaya ASI nya banyak.

2 hari kemarin saya agak bingung, koq ada 3 auntie yg nggak nongol lagi, malahan hari berikutnya digantikan org baru. Org baru yg gantiin, 1 Malay, 1 Indian, 1 Chinese. Agak2 bertanya2 juga, soalnya dari obrolan sebelumnya mereka selalu bilang bahwa mereka butuh pekerjaan itu untuk support keluarga.
Kemarin satu org Auntie bercerita pada saya bahwa alasan mereka berhenti karena tidak diizinkan oleh supervisor mereka untuk pulang lebih cepat (pukul 6:00 PM) selama bulan puasa, mereka ingin pulang lebih awal untuk menyiapkan berbuka dan bisa sholat tarawih.
Tahun lalu, supervisor mereka berbeda, dan mengizinkan untuk pulang 6:00 PM, tentu dengan syarat pekerjaan sudah selesai semua.
Saya kagum akan komitment mereka terhadap keluarga & ibadah, padahal jelas mereka membutuhkan pekerjaan.

1 comment:

Anonymous said...

Fiuh, kasian sekali mereka ya Chie. Kliatannya banyak bgt yg menghadapi masalah kayak gitu.
Mudah2an pahala buat mreka berlipatganda.