Monday, January 02, 2006

2006

2006!
Happy New Year Everybody!

Wednesday, December 28, 2005

Diskusi tentang nama

Memilih nama untuk calon anak memang susah-susah gampang. Nama itu kan doa, dan bakal attach sampai dia besar nanti.

Ada juga tren pemberian nama, dulu, jaman ortu saya, ngasih nama pake nama-nama bulan lahir, contohnya saya Desi (lahir Desember), teteh 2 Jun (lahir Juni), teteh 3 Julia (lahir Juli), aa 1 Budi Nugraha (N nya dari November, ini mah maksa..hehe..)
Keluarga suami saya pun demikian, Budi Aprianto (lahir April), Yeni Yanwarni (lahir Januari)

lalu tren juga pake nama belakang berakhiran Sari...untuk nama perempuan. Saya teringat lagi kejadian waktu ujian di GK301, Pak Rudi (dosen-red) lagi muter2 ngabsen, terus dia nyeletuk, lho koq sederetan sari-sari semua..hihi, waktu itu cewek2 angkatan 95 memang berjejer duduknya:
Desi PuspitaSARI
Sintha DefitaSARI
AmartaSARI
Vina SARI Thaher
Vivi AndaSARI
nah lho...hehe...

Kalo melihat tren nama2 sekarang, rata2 ngasih nama anak panjang2 3 kata at least.
Untuk yg muslim kebanyakan pake nama2 yg diambil dari bahasa Arab, contoh:
Tsaqif Muhammad Rafi (nama ponakan)
Annida Putri Raihani (nama ponakan)
Yasmin Nayla Afifah (sorry ya Ellen, permisi)

Kalo saya dan suami sebenernya punya konsep untuk ngasih nama yg simple, cukup 2 kata
Makanya nama anak pertama Adam Budiputra (Adam = nama manusia pertama, Nabi Adam; Budiputra = bukan karena anaknya Budi lho, tapi doa kami mudah2an jadi anak laki2 yg berbudi/berakhlak baik)

Nah untuk anak kedua yg prediksinya perempuan, lagi puyeng nih cari2 kandidat nama.
Dialog dengan suami di suatu malam:
+ A, tolong dipikirin dong nama anak ce, dan juga co untuk persiapan, kan dulu nama Adam, eChie yg nemuin
- Hmmmm,..(tampak berpikir keras)
+ Kalo Anisa? bagus kan
- Anisa Tribanowati, artis itu? nggak ah!
+ Kalo Sarah?, eChie suka tuh, keren kayaknya
- Ah, inget si Doel
+ Waaaa, apa dong... kalo M****?
- Hmm, bagus juga ya, jadiin kandidat aja dulu, check google, dll, ada nggak nama itu
+ google ada lah, nama pengarang tuh.., di milis sehat juga ada...huaaaaaaa
- Eh, eChie juga suka nama ini A****, keren kan, Indonesia juga masuk, bahasa lain juga, simple
kedengarannya nice.
+ Bagus, kandidate deh, jangan lupa check google, dll, apa www.a****.com dah ada? nanti kita bikinin gmail account
- Haaaaaaaa? Trus usulan dari Aa mana????? jgn lupa nama cowok ya, siapa tau keluarnya lain.
+ (Tampak berpikir keras...dan tidur deh...)

Wednesday, December 21, 2005

Kejutan saat dini hari

Semenjak kerja di "ujung"sebelah sananya Singapore, biasanya pulang2 badan penat, abis mandi, makan, tidur, kaki yg encok pun belum sembuh2, mau diurut takut, paling dikasih pain killer dari dokter aja.

Dini hari biasanya terbangun, untuk malam tadi sedikit istimewa, my dearest hubby toel-toel...sambil nyusuin Adam, "Mam, met ultah, tuh kado disebelah". Waks! mana kadonya, nggak kelihatan *maklum masih setengah sadar*, ternyata "ada".
Waaaa, senangnya.
Kebayang, pasti my hubby kelimpungan cari kado, untuk my hubby mungkin lebih mudah mindahin server dari China ke Singapore daripada cari kado buat istrinya..:p

Terima kasih ya A.
Love u always.

Monday, December 19, 2005

Pernikahan Sederhana ala Malay-Singapore

Masyarakat Malay Singaporean biasanya mengadakan acara pernikahan di bawah blok HDB (Rumah susun :p). Sederhana, tapi tidak mengurangi makna dari acaranya.

Waktu saya dan suami menerima undangan lisan dari tetangga kami di lt. 5, kami senang karena ini pertama kalinya diundang ke acara pernikahan penduduk Malay sini. Kami pernah ke pernikahan Chinese-Singaporean yg diselenggarakan di hotel berbintang, dimana kami akan duduk di round table dengan acara yg wah dan mewah.
Ketika kami menerima kartu undangan yg sangat sederhana, kalo dibandingkan dengan undangan2 di Indonesia, wah jauh deh.

Begitu hari H, kami menuju tempat acara, wanita dipisah dengan pria, sang ibu mempelai menyambut tiap tamu yg datang dengan ramah, pakaiannya adalah pakaian yg dipakai sehari-hari, tanpa make up seperti biasa, nggak perlu ke salon!

*sayang nggak ambil photo, abis nggak enak, takut mengganggu*

Saya dipersilakan duduk dekat 4 org ibu-ibu lainnya, meja panjang yg muat sekitar 20 org.
Makanan dihidangkan ala restoran padang. Ada yg melayani memakai kerudung seragam, cuma itu, pakaian nggak perlu seragam, dan sekali lagi nggak perlu ke salon!.

Saya diberi minuman dingin, sirup merah, makanannya pun sederhana, nasi mutton briyani + kari, acar kuning timun, ayam bumbu merah, sambal goreng paru, cumi asam manis yg dihidang dalam piring-piring kecil. Makanannya enak ternyata, pedahal ya nggak neko-neko.
Di atas meja juga dihidangkan pisang + anggur, dan kueh mueh melayu.

Overall, kesederhanaannya yg membuat saya terenyuh, rasanya pengen mengulang waktu pada saat merencanakan pernikahan dulu, yg sama sekali jauh dari sederhana, pedahal yg penting makna pernikahan itu yg esensial.
Seandainya waktu bisa berputar.....

Sunday, December 18, 2005

Di Pagi Hari

Ya Allah, jadikanlah hamba-Mu ini org yg pandai bersyukur
Agar tiap saat bersyukur atas nikmat-nikmatMu


Amin