Tuesday, November 15, 2005

Masih suasana lebaran

Sudah lama juga tidak posting, belum menyempatkan diri update blog sepulang lebaran. Langsung masuk kerja, pulang2 biasanya tewas, cuma ritual pokok aja. Datang, mandi, sholat, makan malam, check email sebentar, cuddle Adam bobo (biasanya mamanya yg duluan bobo).

Keluarga Besar Bogor akhirnya lengkap! kumpul juga setelah 8 tahun.
Adam jungkir balik karena kesel, abis photonya lama banget, soalnya photo diambil di jalan depan rumah, tetangga lewat2 dong, jadi kepotong salaman terus..hehe.


#Bunga kana/tasbih kuning depan rumah, seger banget lengkap dengan embun paginya, jadi pengen ikut diphoto dia, photo diambil pas mau berangkat sholat Ied.

Monday, October 31, 2005

Mohon Maaf Lahir Batin


Selamat Hari Raya Idul Fitri
~eChie_n_family~

Tempat Sholat

Semenjak kerja di LN, mulai terasa kalo cari tempat sholat agak2 tricky.

Project#1-IBM Tower, SG
Hari pertama (4 Nov 2000, cieee masih inget aja), langsung nanya, dimana ya tempat sholat?
eh boss gue langsung cekikikan, "sini-sini gue tunjukkin" katanya, akhirnya gue dibawa ke emergency exit, "disini lho ci". "Oh", kaget juga hehe, lama-lama terbiasa juga sholat di emergency exit.

Project#2-Peoria, IL, US
Kebetulan hotel within walking distance (paling 10 menit), jadi pas makan siang kembali ke hotel sekalian sholat. Untuk hari Jumat, ikut sama cowok2 ke Islamic Center, lumayan ikut sholat Jumat dan denger ceramah. Ceramahnya pake bahasa Inggris dengan slang Negro US gitu.
Rata-rata yg sholat disitu muslim local (kebanyakan black), org Arab, Pakistan, dan beberapa org Asia.


Project#3-Tractor Road, SG
Hari pertama di project, langsung cari2 org Malay, ce, tapinya dia nggak pernah sholat di office, katanya rata2 pada nunggu pulang ke rumah aja untuk sholat. Pas ditunjukkin tempatnya, ada dipojokkan, lumayan bersih dibanding emergency exit. Gedungnya cuma 3 lantai, dan banyak orang lalu lalang di tangga, jadi emergency exit kurang bisa dipake sholat.

Project#3-Payalebar, SG
Gedungnya cuma satu lantai, in the middle of nowhere, dan agak2 berdebu. Langsung deh hunting org Malay. Ketemu sama 1 org Malay, yg baik hati, dia nunjukin spot di belakang gedung, di tempat parkiran motor, terbuka boo. terus kalo sore matahari bakal menyinari deh, panas banget kena muka.
Uniknya temen Malay ku itu (namanya Liyana), selalu pergi ke masjid En-Naeem untuk sholat, dia emang nyetir mobil, tapi perjalanan ke En-Naeem juga dari project site makan waktu sekitar 15-20 menit. Kadang2 kalo lagi agak longgar ikut deh bareng Liyana ke masjid. Hebatnya Liyana ini, dia nggak pernah makan siang, tapi waktu makan siang dia pakai ke mesjid. Katanya dia cukup minum milo, waaaa...
Uniknya lagi, dia nggak mau BAK di project (toilet duduk), dan selalu nunggu ke mesjid untuk BAK, kuatnya pedahal AC-nya dingin di project.

@Office-RCT, SG
Emergency exit lagi la yaw. Sebenernya ada mesjid India nearby, tapi lumayan jalan ke sana 10-15 menit juga, abis waktu deh kalo kesana.

Semenjak itu kalo sholat di rumah, rasanya tenang dan enak banget, bersyukur banget bisa sholat di rumah :-)

Sunday, October 30, 2005

Cold Sore

Hari Jumat lalu bibir atas sebelah kanan terasa gatal banget, timbul deh bintil2 merah, seperti luka bakar berair. Akhirnya besoknya ke dokter Richard Lee deket rumah, dia bilang itu "Cold Sore", sambil menggambar bibir gue di lembar pasien :(. No cure dia bilang, itu viral infection (herpes simplex)
Memang di daerah bintil2 itu terasa agak panas dan nusuk2
Dan lanjutnya lagi, nggak boleh kiss anak, suami :((, bisa menular melalui saliva apalagi langsung kontak dengan si bintil itu. Dia bilang akan sembuh sekitar seminggu, waaa bentar lagi lebaran gitu lho. Pak dokter kasih cream, tapi dia sih bilang mungkin bisa mempercepat penyembuhan, waaaaaaaa, mungkin doang.

Tadinya, Sabtu sore mau pergi ke acara buka puasa bersama, tapi apa daya, bibir gatal dan terasa ditusuk2, selain itu bisa menular jg. jadi batal deh.

Apalagi besok mau ada interview di kantor, soalnya ceritanya kepilih sebagai working mother profile, jadi mau dibikin short movie gitu, aaaaaaaaaaa, dengan bintil2 merah dibibir, pake lipstik tebel juga masih kelihatan :((
sempet kepikiran mau dikasih pulpen tinta hitam biar kayak tahi lalat, tapi pasti aneh banget wajah kuw, mana dah ada 2 tahi lalat besar di pipi...:p

Ya udah pasrah aja deh, Alhamdulillah nggak parah :-), temen kuw malah pernah sampai kena fever gara2 cold sore.

Info tentang cold sore: http://www.mayoclinic.com/health/cold-sore/DS00358

Thursday, October 27, 2005

Pilihan

Hati selalu tergetar setiap membaca atau mendengar orang yg mengatakan kalo dia berhenti menjadi wanita karir dan memilih mengabdi pada anak2 dan keluarga. Salah satu teman baik saya pun demikian. Sejujurnya terbersit di pikiran saya untuk mengikuti mereka, karena saya tahu betapa mulianya mengabdikan diri pada keluarga.

Kenapa sampai sekarang saya masih memilih berkarir di luar rumah?

Ketika saya pernah mengajukan pengunduran diri pada perusahaan yg sudah menaungi saya selama 5 tahun, mereka menawarkan alternatif untuk bekerja part time. Setelah dipertimbangkan akhirnya saya terima, apalagi saya masih terikat kontrak dengan "asisten" saya yg tidak murah biaya perbulannya. Sekedar informasi, perusahaan saya itu mempunyai nature kerja dengan deadline yg ketat, dan rata2 harus kerja long hour. Rekor saya sih pernah datang jam 8 am, pulang jam 9 am, hari berikutnya. Sewaktu masih single sama sekali saya tidak keberatan pulang dini hari, pulang jam 10 malam itu terasa cepat. Setelah berkeluarga dan punya anak, terasa sekali bahwa bekerja di luaran itu nggak ada habisnya, waktu harus dimanage dengan baik.

Terus terang banyak pertimbangan lain yg menyebabkan akhirnya saya memilih untuk tetap menekuni profesi yang sekarang, tetap berusaha sekuat tenaga mengajukan Flexible Work Arrangement agar bisa bekerja part time.

Hidup itu harus memilih, pilihan saya belum tentu yang terbaik, semoga Allah SWT senantiasa menunjukkan jalan dan meridhai apapun pilihan itu.