Friday, July 11, 2008

Nggak Penting, nggak denger, nggak lihat

Saya masuk kantor sambil sibuk menelepon dgn mobilephone saya. Bos saya yg kebetulan sudah datang, tetap bertanya walaupun saya sedang menelepon yg kelihatannya nggak penting, karena dari tadi sudah ditunggu-tunggu "Bagaimana kelanjutan proyek kita dgn client M?"
Saya nggak denger perkataan boss (atau pura2 nggak denger), saya berlalu dan menuju meja kerja saya.
Boss memperlihatkan mimik muka tidak senang (saya nggak lihat karena cubicle saya jauh dari si boss).
Saya akhirnya lewat cubicle Boss, masih menelepon dengan mobilephone saya.
Boss saya bertanya, kali ini cukup dekat dan keras, memerintahkan saya untuk menginstall applikasi S untuk client M, applikasi AU untuk client A, dan bercerita tentang meeting si boss di sore hari supaya saya prepare.
Saya jawab sekenanya saja, "Iya" (singkat dan jelas bukan), saya pun berlalu tanpa basa basi, masih menelepon dengan mobile phone saya
Boss bingung apakah saya nangkep perintahnya, apakah saya akan melaksanakan perintahnya karena saya berlalu begitu saja, masuk ke ruang server dan duduk disana selama..5 menit sebenarnya (tapi bagi si boss berasa udah berjam-jam dia disana)
Boss nggak ngerti kenapa saya seperti itu, boss saya memang baik, saya kadang bekerja dengan baik juga. Boss masih bisa bertahan???

No comments: