Sewaktu hamil anak pertama, saya banyak sekali membaca buku, browsing internet tentang kesehatan ibu, anak. Semua deh, maklum lagi semangat 45. Saya punya seorang teman yg sangat memotivasi dengan memberikan referensi buku2 maupun link2 di internet. Dengan berbekal berbagai info itulah sblm anak pertama lahir pun sudah bertekad untuk memberikan ASI eksklusif. Sehingga waktu ditanya oleh dokter antara pilihan full breastfeeding, partial, atau formula, dengan tegas saya jawab full breastfeeding. Dokter bertanya lagi apakah saya yakin karena nanti tengah malam, penat2 harus tetap memberikan ASI. Saya tegas ingin full breastfeeding, tentu saja dong, kenapa Dokter harus bertanya seperti itu. Dalam hati kesel tapi berpikir positif mungkin dokter pengen minta keyakinan saya aja. Waktu hamil anak ke2 dokter yg sama, saya diberi pertanyaan yg sama, tentu saja dengan jawaban yg sama. Kali ini komentar dokter ini beda, dia bilang "you try to be a hero heh". Dalam hati, kenapa si ni dokter, bukannya mendukung dan menenangkan dengan fact2 bahwa ASI adalah yg terbaik, pasti bisa menyusui, dan lain sebagainya. Terbersit kekecewaan terhadap dokter ini sebenarnya. Saya jawab saja, "I just want to give what's the best for the baby, that's it" dengan nada kesal.
Anak pertama saya tidak berhasil full breastfeeding hingga 6 bulan, cuma 4 bulan saja, karena usia 4 bulan sudah saya beri solid food. Kurang istiqomah, betul. Tapi ASI tetap saya kasih sampai usia 1 tahun. Kurang maintenance :(. Anak pertama saya memang agak sulit, pertama kali menyusui setelah melahirkan 2 jam coba latch on nggak berhasil, juga malamnya nggak berhasil sampai 5 nurse (kayaknya pernah cerita juga di blog ini). Baru besoknya bisa latch on setelah 1 jam dibantu oleh nurse yg baik hati dan sabar. Jadi setelah lahir adam praktis nggak minum apa2 selama 24 jam. Dari artikel yg saya baca bayi tahan 48 jam..hehe, berani juga saat itu. Susahnya latch on ini continue sampai usia 4 bulan, sampai saat itu kalau mau nyusu bisa 15 menit untuk coba latch on. Posisi favorite menyusui adalah football style. Pertambahan BB, panjang, sangatlah minim, akhirnya menyerah, suami juga akhirnya mendukung takut saya stress. Adam lahir 2.4 kg, keluar RS bahkan cuma 2.2 kg, usia 4 bulan baru 3.8 kg. Itu yg membuat saya stress tentunya, akhirnya hope for the best aja dan saya beri solid food usia 4 bulan.
Untuk anak yg ke-2, dia ternyata pandai sekali, begitu lahir dan disusukan bisa langsung latch on sampai 1 jam. Walaupun belum ada ASI yg keluar. Besok2nya juga cuma colostrum saja. Baru hari ke-3 ASI keluar. Sekarang saya stock ASI, sehingga kalo pergi kerja anak saya tetap bisa dikasih ASI, sekarang sudah 3 bulan + masih 3 bulan lagi sebelum lulus ASI eksklusif. Saya berusaha memeras ASI 2 kali di kantor, walaupun anjurannya 3 kali, tapi saya benar2 sulit mencari waktu apalagi tidak ada tempat khusus.
Mudah2an ini tidak membuat produksi menurun, harus yakin, karena secara psikologis juga mempengaruhi produksi ASI.
Saya sebenarnya ingin mengkampanyekan ASI eksklusif ini, kalo banyak teman kan motivasinya bertambah, apalagi kalo ada temen meres ASI. Hayu..hayu..kita ASI eksklusif.